Novel Baswedan Kembali Bertugas

KetuaWadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi, Yudi Purnomo, mengatakan penyidik senior Novel Baswedan akan kembali bekerja di lembaga antirasuah tersebut. Dia mengatakan, penyidik yang memimpin kasus korupsi proyek simulator surat izin mengemudi tersebut sudah dinyatakan siap bekerja setelah menjalani pengobatan kedua matanya selama 16 bulan. “Berita bahagia, Novel Baswedan kembali bekerja pada Jumat, 27 Juli 2018,” kata Yudi melalui pesan pendek, kemarin.

Novel harus menjalani pengobatan dan perawatan panjang gara-gara disiram air keras oleh dua orang yang belum diketahui identitasnya pada 11 April 2017. Dalam peristiwa tersebut, kedua mata Novel terluka parah. Ia kemudian menjalani perawatan dan sejumlah operasi di Singapura hingga Februari lalu. Saat ini bola mata kiri Novel mulai pulih. Meski demikian, dia masih harus menjalani rawat jalan dengan dokter spesialis di Singapura.

baca juga : http://paul-rudd.org/memilih-genset-yang-berkualitas/

Sedangkan kondisi mata kanannya dibiarkan sebagai cadangan jika kondisi bola mata kiri justru memburuk. Menurut Yudi, tim dokter Singapura mengatakan kerusakan pada bola mata kiri Novel mencapai 100 persen sehingga diambil langkah operasi besar. Saat ini penglihatan Novel sudah mulai membaik, meski masih harus diimbangi dengan konsumsi obatobatan. Sedangkan kerusakan pada bola mata kanan sekitar 50 persen. “Novel kemungkinan tak bisa bekerja semaksimal dahulu.

Namun kembalinya Novel merupakan energi tambahan bagi pegawai KPK yang rindu sepak terjangnya,” kata Yudi. Istri Novel, Rina Emilda, membenarkan kabar suaminya kembali menjadi penyidik di KPK. “Betul. Insya Allah,” kata Emilda. Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan, dia selalu menyerahkan semua keputusan tentang pekerjaan kepada Novel dan pimpinan KPK. Saat ditemui Tempo, Novel mengatakan dirinya sudah dapat membaca dengan sejumlah alat bantu, seperti kacamata khusus dan kaca pembesar.

Dia juga mengaku hanya sanggup membaca selama beberapa menit, sebelum kemudian harus beristirahat. Novel pun tidak bisa memastikan apakah akan tetap berkarier sebagai penyidik aktif atau jabatan struktural lainnya di KPK. “Saya serahkan kepada pimpinan.”