Koalisi Prabowo Bahas Calon Wakil Presiden

Partai Gerindra dan partai koalisi pendukung Prabowo Subianto segera merapatkan barisan untuk membahas calon wakil presiden pada pemilihan presiden tahun depan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyatakan pertemuan ini mendesak digelar setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di rumah SBY di Mega Kuningan Jakarta, Selasa malam. “Kalau Prabowo capres, cawapresnya tergantung koalisi,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Fadli Zon menilai kesepakatan awal koalisi yang dibangun SBY dan Prabowo akan memperkuat koalisi yang mungkin juga diisi Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. Menurut dia, komposisi calon akan ditentukan setelah pertemuan tersebut, termasuk menimbang nama Agus Harimurti Yudhoyono. “Ada komunikasi dengan PKS, kami mau mencari formasi yang kuat,” ujar dia.

Selepas pertemuan Selasa lalu, Prabowo memberi sinyal untuk AHY. Mantan Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus itu menyebutkan sejumlah kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi cawapresnya, seperti ukuran kapabilitas dan generasi muda untuk mengeruk suara mayoritas pemilih di bawah usia 40 tahun. “Kalau umpamanya dalam pertemuan nanti nama AHY muncul sebagai suatu yang dibicarakan, saya harus katakan, why not?” ujar dia.

prabowo subianto

SBY juga mempertegas arah koalisinya bersama Partai Gerindra seusai mengungkapkan rintangan berkoalisi dengan Presiden Joko Widodo yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai NasDem, dan Partai Hanura.

Menurut dia, koalisi hanya bisa terjalin dengan baik jika ada kepercayaan dan sikap saling menghargai. Direktur Pencalonan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Suhud Alinudin, mengatakan pertemuan SBY dan Prabowo bakal memperkuat barisan koalisi penantang Jokowi.

Meski begitu, menurut dia, masuknya Partai Demokrat dalam barisan koalisi mereka akan membuat pembahasan komposisi calon makin ketat. “Tentu harus dibicarakan lagi karena ada kesepakatan untuk mengusung capres-cawapres dari kader Gerindra-PKS,” ujar dia. PKS, kata Suhud, menyiapkan sejumlah opsi jika pembahasan komposisi kandidat bersama Partai Gerindra buntu.

“Jika Pak Prabowo tak mengambil kader PKS, tentu kami akan mengambil opsi lain di luar Jokowi dan Prabowo,” ujar dia. PKS berkukuh mendapatkan jatah untuk menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo.

Menurut Suhud, dinamika politik menjelang masa pendaftaran calon presiden pada 4– 10 Agustus masih dinamis. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera, meminta Prabowo segera mengumpulkan partai koalisi pendukungnya untuk membahas komposisi pasangan calon yang bakal diusung.

PKS telah mendorong sembilan kadernya, di antaranya Sohibul Iman, Ahmad Heryawan, dan Anis Matta, sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Mardani mengingatkan agar komposisi pasangan calon yang diusung koalisi ini membawa dampak elektoral bagi partai pengusung. “Sebab, kami maunya menang,” ujar dia.