Kamar Tahanan Ratu Atut Mendadak Diperiksa Petugas

Ruangan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di Lembaga Pemasyarakatan Anak dan Wanita Tangerang diperiksa oleh tim Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten pada Minggu malam lalu. Inspeksi mendadak tersebut merupakan buntut temuan narapidana menghilang dari sel Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, termasuk Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Atut.

Wawan adalah terpidana perkara suap terhadap Akil Mochtar sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Atut juga dipenjara karena menyuap Akil. “Ketika sidak, semua narapidana berada di kamar masing-masing, termasuk Ratu Atut,” kata Kepala Lapas Anak dan Wanita Tangerang, Prihartati, kepada Tempo, kemarin. Dia menuturkan, Atut sempat bercakap-cakap dengan tim yang malammalam datang memeriksa. Setelah tim sidak beranjak, Atut masuk kamar mandi.

baca juga : http://paul-rudd.org/desain-rumah-sederhana-terbaik-2018/

Tim terdiri atas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Banten, Inspektur Wilayah I Banten, Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara Kantor Wilayah Kementerian Hukum, serta semua kepala unit pelaksana teknis dan pejabat struktural di bawahnya. Prihartati mengaku tak tahu tentang sidak tersebut. Dia cuma mendapat perintah dari Kanwil Kementerian Hukum agar datang ke kantor pada Ahad malam. “Saya kira mau rapat.” Menurut dia, tak ada keistimewaan bagi Atut, yang dipidana 12 tahun penjara.

Dia berada di Kamar 7 Blok Matahari. Tiap kamar ditempati tiga orang dengan satu kamar mandi di dalam. Atut baru sekitar delapan bulan di bawah pengawasannya. Sebab, sebelumnya ia menjalani hukuman di Lapas Dewasa Wanita Tangerang. Prihartati menerangkan, hak politik ibu kandung Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy itu dicabut sehingga tak bisa dipilih dan memilih dalam pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah.anten) hampir tidak pernah (datang), sibuk mungkin,” kata Prihartati.